Mendaparkan dan menggali informasi tidak hanya melalui media. Kita dapat juga melakukannya dengan cara lain, diantaranya dengan bertanya atau mendengarkan langsung penjelasan pakar atau ahli. Kita dapat mendatangi, lalu mewawancari narasumber tersebut atau mengundangnya ke tempat kita.
Dalam menggelar forum untuk menggali informasi dengan mendatangkan narasumber dapat berupa seminar (pertemuan membahas suatu masalah di bawah pimpinan pakar), workshop (pertemuan para pakar membahas suatu masalah yang berkenan dengan pelaksanaan keahliannya), diskusi panel, sarasehan/simposium (pertemuan dengan beberapa pembicara yang mengemukakan pidato singkat tentang topik tertentu) atau khotbah.
Biasanya, acara-acara forum resmi tersebut terdiri atas beberapa sesi atau babak. Dimulai dengan pembukaan, acara inti, dilanjutkan sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan penutup. Pada acara pembukaan, biasanya moderator atau pemandu acara akan menjelaskan topik pembicaraan. Moderator juga akan memperkenalkan siapa nara sumber. Beerbagai hal dapat disampaikan dalam perkenalan tersebut, tergantung berapa banyak informasi seutar kehidupan narasumber yang berhasil dihiun dan diketahui moderator. Moderator juga dapat meminta narasumber untuk memperkenalkan dirinya sendiri kepada hadirin. Dengan adanya perkenalan tersebut, peserta dapat memperkirakan kualifikasi dan kompetensi narasumber.
Dalam memperkenalkan diri atau orang lain, satu hal penting yang harus diperhatikan adalah penggunaan kata ganti diri dan kata acuan. Sering kali, dalam suatu acara perkenalan, moderator sendiri tidak tepat memilih kata ganti atau kata acuan sehingga dapat tercipta suasana yang kurang nyaman. Sebagai contoh, moderator yang masih muda menyebut narasumber dengan kata dia. Padahal, orang yang dimaksud sudah berumur, orang terpandang, dan belum begitu dekat/ akrab. Kata dia tersebut merupakan contoh kata ganti orang/pronomia persona. Pronomi persona yaitu kata yang digunakan untuk mengacu ke seseorang baik diri sendiri(O1), ataupun orang lain yang menjadi lawan bicara(O2), ataupun orang lain di tempat lain yang dibicarakan(O3). Berdasarkan itu,pronomia persona dibedakan atas kata ganti orang pertama, orang kedua dan orang ketiga. Pronomia persona ada yang bersifat tunggal dan ada yang bersifat jamak. Untuk menentukan bentuk pronomia yang akan dipergunakan, kita harus memperhatikan aspek umur, status, sosial dan tingkat keakraban penutur. Hal itu terjadi karena mungkin moderator kurang memahami latar belakang narasumber. Sebaliknya, terkadang narasumber sendiri juga kurang cermat dalam memilih kata ganti diri sendiri. Sebagai contoh, karena merasa masih muda dan ingin dikenal sebagai remaja yang gaul, ada yang menyebut dirinya gue atau aku saat perkenalan. Padahal, di hadapannya, ada orang-orang tua atau mungkin orang-orang penting.
Agar prose perkenalan berjalan dengan lancar sebaiknya, sebelumnya moderator melakukan sejumlah persiapan. Berikut ini hal-hal yang perlu disiapkan:
1. mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya seputar kehidupan narasumber. Hal itu dapat dilakukan dengan bertanya secara langsung keada yang bersangkutan atau mencari sendiri dari sumber-sumber lain. Usahakan informasi yang dikumpulkan adalah data yang aktual atau terbaru.
2. mendaftar butir-butir pokok yang akan disampaikan, misalnya nama, umur, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, karya-karya atau prestasi yang pernah diraih dan mungkin informasi seputar keluarga.
3. mengkonfirmasi kebenaran dan kelengkapan catatan yang telah dipersiapkan kepada narasumber. Dalam hal ini diperhatikan baik-baik penyebutan nama, gelar, dan penghargaan yang pernah diperoleh sehingga ridak terjadi kesalahan.
4. menentukan kata acuan yang tepat untuk menyebut narasumber.
5. berlatih secara mandiri , baik hanya dalam batin maupun benar-benar diucapkan dan diperagakan lengkapdengan gaya berbicara.