Karakteristik Akuntansi Koperasi

 

 

Undang – undang no 25. tahun 1992 tentang koperasi menyebutkan bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang – orang atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Dari definisi ini dapat dilihat bahwa ada penajaman pengertian dari Undang – undang no 12. tahun 1967 yang menyebut koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat. Sementara, undang – undang no. 25 tahun 1992 menyebutkan dengan tegas bahwa koperasi adalah sebuah badan usaha.

Karena merupakan sebuah badan usaha, koperasi boleh berorientasi mencari laba. Hanya saja, laba atau sisa hasil usaha itu tidak dibagi menurut besarnya modal, tetapi dibagikan sebanding dengan jasa yang disumbangkan masing – masing anggota.

Tujuan koperasi Indonesia adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dari tujuan tersebut terlihat bahwa selain bertujuan menyejahterakan anggotanya, koperasi juga bertujuan membangun masyarakat pada umumnya. Ini merupakan cirri yang membedakan koperasi dengan bentuk badan usaha lainnya.

Salah satu tujuan koperasi Indonesia adalah mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dari pernyataan itu, terlihat betapa besar harapran yang digantungakan pada koperaasi ntuk menjadi panutan perekonommian Indonesia.

Salah satu factor pendukung perkembangan koperasi adlah penyelengaraan pembukuan yang baik. Pada prinsipnya, akuntansi koperasi tidak berbeda dengan badan usaha lainnya, akun – akun yang berhubungan dengan jenis transaksi tertentu tetap sama. Misalnya, jika koperasi melakukan usaha dagang maka digunakan akun – akun Pembelian, Penjualan, Retur penjualan dan pembelian dan akun – akun lainnya yang umum digunakan pada perusahaan dagang. Namun, sesuai dengan kegiatannya dan cirinya, koperasi menggunakan beberapa akun tambahan sperti akun Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela, Sisa Hasil Usaha, Cadangan dan lain – lain.

Agar setiap koperasi memiliki system akuntansi yang sama, maka dikeluarkan Surat Keputusan DIRJEN Koperasi no.1654/ KOP / VII-1981 tentang petunjuk pembinaan administrasi pembukuan / akuntansi koperasi. pada petunjuk itu, dikatakan bahwa akuntansi koperasi menggunakan dasar Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) dan menggunakan metode pembukuan berpasangan.