Klasifikasi Modal Koperasi

 

 

 

Modal utama koperasi bersumber dari anggota. Anggota koperasi menyetor modal yang dikenal dengan nama simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang diserahkan anggota pada waktu mereka masuk menjadi anggota. Simpanan pokok hanya dipungut sekali. Simpanan ini tidak boleh diambil selama anggota yang bersangkutan masih dicatat sebagai anggota koperasi. simpanan wajib adalh sejumlah uang yang wajib dibayar oleh anggota secara periodik. Simpanan ini dapat dibayar perminggu, perbulan persemester sesuai dengan kesepakatan para anggota. Simpanan wajib ini juga tidak dapat diambil selama pemilik simpanan masih tercatat sebagai anggota koperasi.

Selain simpanan pokok dan simpanan wajib, masih ada bentuk simpanan lain, yaitu simpanan sukarela dan simpanan khusus lainnya. Tetapi, simpanan sukarela dan khusus tidak dapat diklasifikasikan sebagai modal karena simpanan itu sewaktu waktu dapat diambil oleh anggota.

Modal koperasi tidak hanya berbentuk simpanan pokok dan wajib. Koperasi juga bias mendpatkan modal dari cadangan koperasi. cadangan koperasi atau cadangan modal berasal dari sisa hasil usaha yang sengaja dicadangkan. Pembentukan cadangan ini sesuai dengan anggran dasar atau keputusan dari rapat anggota. Di samping itu, SHU yang tidak dibagikan pun bias dicatat sebagai modal. Modal koperasi juga dapat bersumber dari pemberian Cuma – Cuma oleh perorangan atau lembaga untuk memperkuat modal koperasi. modal pemberian ini disebut juga sebagai modal hibah atau modal donasi. Modal hibah atau donasi tidak perlu dikembalikan kepada anggota.